MUJI HARJO
Dulu ia adalah temanku saat sekolah di SMSR dan ISI Yogyakarta. Meski kami beda jurusan, ia mengambil seni lukis dan aku seni patung. Ia termasuk pinter seperti aku. Tapi saat di ISI Yogyakarta sempat tak terdengar suaranya dan entah kemana ia melintang.
Setelah 22 tahun, aku mengikuti dia lewat pertemanan di FB. Ia menyapa dan selajutnya bermain denganku. Aku tidak tahu persis, tapi menurut berita ia sempat kocar-kacir dalam hidupnya. Entah apa sebabnya..!
Aku menganggap keadaan manusia memang kadang melalui proses titik nadzir yang membuat orang kadang harus melewati fase kritis, bisa gila/stres kalau tak tahan. Saat ketemu aku menganggap ia telah melewati fase tersebut. Ia sopan dan berpakaian rapi. Menunjukkan karya dan bakatnya yang luar biasa, menciptakan karya-karya lukis yang hiper-realis. Ia sekarang sudah sampai fase pengendapan, kemapanan dan optimis realistik dalam mengarungi kehidupan.
Sukses, jayalah temanku..! Maaf, aku belum bisa membalas kunjunganmu untuk aku ke rumahmu.
Anehnya, saat aku tag fotomu di rumahku di halaman FB mu. Kau tidak membalas sedikitpun, komen atau like pun tidak. Apakah kamu tidak berkenan ? Ya, sudahlah. Berpikir positif aja, biarlah, untuk apa dibahas !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar